Image of Serat Niti Mani

Text

Serat Niti Mani



Serat Nitimani berisi tigapuluh satu bab. Pada setiap bab menjelaskan hal yang berbeda-beda. Pada bagian pertama yakni bebuka (pembuka) menguraikan terkait identitas naskah baik penyalin, pemilik, dan naskah induk yang disalin. Naskah Serat Nitimani yang dialihaksara tercatat milik Gusti Bendara Raden Ayu Kusumadiningrat.
Pada bagian dua berisi Saloka, Wangsalan dan Ngelmu rasa manusia Jawa dalam bersosial di masyarakat. Secara kultural gambaran orang Jawa di uraikan pada bab ini. Bagian berikutnya yakni menjelaskan bagaimana seorang pria dalam memilih wanita yang menjadi calon pasangan hidup baik itu permaisuri atau selir yang dipilih. Secara kasat mata ilmu katurangganing wanita diuraikan dalam bab tiga.
Pada bab empat menguraikan ciri ciri wanita yang buruk kelakuannya dan bagaimana menjaga istri yang di rumah akar tidak berpaling kepada lelaki lain dalam urusan ranjang. Pada bab lima diuraikan bagaimana tahap-tahap dalam bersenggama dengan pasangan. Pada tahapan bersenggama untuk menghasilkan keturunan yang berkualitas terdapat berbagai aturan yang harus ditaati. Pada bab enam menguraikan asal mula benih manusia ada dalam kandungan.
Pada bab ini diuraikan mengenai ilmu spiritual Jawa beserta tahapan laku untuk menjalaninya. Uraian wejangan kayektèning kahanan Kang Amaha Suci pambukaning tata maligé ing dalem Betal Mukadas. Ajaran tersebut dilanjutkan dengan Wejangan ingkang sapisan dipunwastani wisikan ananing Dat pada bagian delapan, dan Wejangan wedharan wahananing Dat pada bab sembilan. Cerita bayan alif, wejangan gelaran kahananing Dat. Wejangan kayektèning kahanan Kang Amaha Luhur inggih punika pambukaning tata maligé ing dalem Bétal Makmur. Ajaran dilanjutkan dengan wejangan kayektèning kahanan Kang Mahaagung, inggih punika pambukaning tata maligé ing dalem Bétal Mukaram.
Pada bagian empat belas diuraikan mengenai perkembangan pengaruh Agama Islam di Tanah Jawa. Bagaimana Islam masuk ke tanah Jawa dan di anut oleh penduduk Jawa dari pesisir utara hingga masuk ke pedalaman. Pada bagian berikutnya yakni ajaran panetep santosaning iman ambuka sahadat jati, wejangan sasaidan, wejangan kepada istri. Ajaran asmara dengan istri ketika berhubungan dengan suami. Berumahtangga dalam pranatan Jawa pada bab berikutnya berupa ilmu pengasihan. Bagaimana supaya istri dicintai oleh suaminya dalam laku Jawa terdapat doa dan tirakat yang harus dijalani.
Ajaran berikutnya yakni saloka pasemonipun tiyang ingkang purun angengkoki jumeneng dateng Pengéran Kang Amahasuci. Ajaran berikutnya melanjutkan hal senada yakni penanda wujud keberadaan jabang bayi laki-laki dan perempuan dalam kandungan. Perjalanan baik dan buruk ketika di alam kandungan sudah digariskan. Pada bab berikutnya diuraikan tatacara belajar ilmu sekaligus yang menjadi pantangan dalam menuntut ilmu.
Pada bab duapuluh tiga menjelaskan tembung pangérang-ngérangipun Sang Murwèng Gita kepada murid yang di dalam naskah di gambarkan sebagai tukang bertanya. Penjelasan kenapa semua hewan tidak memperoleh pendidikan dan ajaran bersenggama tetapi semua juga bisa kawin dengan sesama jenisnya. Penjelasan tentang pitembungan; nistha, madya, utama. Penjelasan tersebut di ambil dari suraosing kadis pangandikaning Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah. Bab berikutnya menjelaskan tentang orang yang menjalankan solat sesuai awal waktu dan manfaatnya untuk diri pribadhi yang mau menjalankan. Anetepi suraosing kasektèning shalat. Yang terakhir pada bab duapuluh enam sampai tigapuluh satu terdiri perumpaan cerita. Menjelaskan makna ilmu saréngat, tarékat, kakékat-makripat, cerita burung Platuk Bawang, Gemak dan Prekutut, cerita ulat jedhung, ular naga, dan burung urang-urangan. Pada bagian akhir dijelaskan mengenai pancadriya dan pancamaya yang di tutup dengan pantun. Naskah ini mengajarkan tata laku kehidupan Jawa dengan segenap contoh keteladanan dan larangan serta ajunran dalam hiidup utamanya berhubungan dengan istri yakni sanggama yang bertujuan melanjutkan keturunan yang baik.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Jawa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Jawa
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini